Proses Terjadinya Menstruasi Pada Wanita

Proses Terjadinya Menstruasi Pada Wanita

Selamat datang disitus kesehatan terbesar diindonesia, Dalam kesempatan kali ini situs www.obatmiomampuh.xyz akan membahas kesehatan wanita yaitu “Proses Terjadinya Menstruasi Pada Wanita” Bagi para wanita dan pria wajib mengetahui ini agar anda bisa medapatkan pengetahuan yang lebih banyak tentang masalah kesehatan, Langsung saja selamat membaca 🙂

Menstruasi

Menstruasi atau haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi baik FSH-Estrogen atau LH-Progesteron. Periode ini penting dalam hal reproduksi. Pada manusia, hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai menopause. Selain manusia, periode ini hanya terjadi pada primata-primata besar, sementara binatang-binatang menyusui lainnya mengalami siklus estrus.

Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari, walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30 hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang-kadang menstruasi juga dapat terjadi sekitar 2 hari sampai 7 hari paling lama 15 hari. Jika darah keluar lebih dari 15 hari maka itu termasuk darah penyakit. Umumnya darah yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL hingga 80mL per hari tetapi biasanya dengan rata-rata 35mL per harinya.

Beberapa Hormon yang Mempengaruhi Proses Terjadinya Menstruasi

Hakikatnya, siklus haid terbagi dalam beberapa fase yang telah diatur oleh hormon di dalam tubuh, kelima hormon tersebut kami gambarkan dengan beberapa penjelasan singkat berikut:

Proses Terjadinya Menstruasi Pada Wanita

  • Luteinizing Hormone disingkat LH,- Hormon LH merangsan ovarium untuk menghasil sel teluar dan proses ovulasi yang berdampak baik.
  • Gonadotropin Releasing Hormon disingkat GnRH – Hormon yang merangsan hormon pelutein dan folikel dalam memberikan rangsangan kepada tubuh.
  • Hormon Estrogen – Hormon yang berperan dalam perubahan tubuh remaja saat pubersitas dan sangat berperan dalam siklus reproduksi wanita dan ovulasi.
  • Hormon Progesteron – hormone yang memiliki peran seperti estrogen, yaitu berperan dalam penebalan dinding rahim dan menjaga siklus reproduksi serta kehamilan.
  • Follicle Stimulating Hormone disingkat FSH – Hormon yang sangat berpengaruh dalam mematangkan sel telur yang diprodukse oleh kelenjar pituitari.

Bagaimanakah Rangkaian Perubahan Hormon Yang Berpengaruh Pada Proses Terjadinya Haid Pada Wanita

Seorang perempuan mempunyai sekitar 2 ovarium yang di dalamnya terdapat 200rb-400rb sel telur (folikel) belum matang. Setiap periode menstruasi yang berlangsung sekitar hari ke-14 akan tumbuh satu dari beberapa sel telur tersebut hingga haid selanjutnya.

Saat sel telur dikatakan matang maka ia akan terelepas dari ovarium dan  berada di tubafallopi untuk selanjutnya akan dibuahi. Rangkaian proses pelepasan inilah yang dikatakan ovulasi.

Berawal dari hrmon GnRH yang keluar dari Hipotalamus dan mempengaruhi hipofisis anterior akan berdampak pada keluarnya hormon FSH. Hormon FSH tersebut akan mematankan folikel sel telur sehingga hormone Estrogen bersintesis dalam jumlah besar.

Estrogen dalam jumlah besar akan berdampak pada hipofisis yang memicu keluarnya hormn LH yang berakibat pada ovulasi. Homon LH ini akan memicu pogesteron untuk bersintesis  dengan merubah sekretorik  menjadi fase sekresi (luteal fase) yang berlangsung selama 14 hari.

Sejumlah perubahan fisik dan emosi yang biasanya muncul sebelum menstruasi berlangsung adalah:

  • Lelah.
  • Sakit kepala.
  • Perut kembung.
  • Payudara yang sensitif.
  • Kenaikan berat badan.
  • Nyeri pada otot dan sendi.
  • Kenaikan berat badan karena penumpukan cairan.
  • Diare atau konstipasi.
  • Muncul jerawat.

Tahapan Terjadinya Menstruasi dan Haid pada Wanita

  • Tahapan Pertama (Menstruasi)

Fase menstruasi adalah fase yang berlangsung selam 3-7 hari, pada tahapan ini dinding rahim akan mengalami peluruhan dan menjadi darah haid. Darah haid tersebut keluar sekitar 30 hingga 40 ml tiap siklusnya dengan kekentalan yang bermacam-macam.

Pada tahapan ini, rasa sakit akan muncul pada hari pertama haid yang ditimbulkan oleh otot rahim yang mendorong perubahan dinding rahim menjadi darah. Rasa sakit ini akan mengakibatkan luka dan akan sembuh secara perlahan-lahan.

  • Tahapan kedua (Poliferasi atau pra-ovulas)

Tahapan kedua ini terjadi setelah penyembuhan berhasil akibat peluruhan dinding rahim. Pada fase ini, terjadi ketebalan hingg 3.5 mm di dinding rahim yang berlangsung sejak hari ke 5-14.

Peristiwa lain yang terjadi pada fase ini adalah lendir basa keluar dari leher rahim untuk mentralkan sifat asam yang telah diproduksi di kemaluan wanita. Proses penebalan ini terjadi karena hormone estrogen meningkat sedikit demi sedikit.

Pada masa inilah, pasangan suami istri dianjurkan untuk berhubungan badan jika berkeinginan untuk memiliki momongan.  Masa praovulasi adalah masa subur terbaik yang berlangsung 3 hingga 5 hari.

  • Tahapan ketiga (Fase Sekresi atau ovulasi)

Pada tahapan ini sel endometrium akan mengeluarkan bahan makanaan untuk telur yang telah terbuahi. Bahan makanan tersebut berupa kapur dan glikogen dan terjadi di hari ke 14.

Proses pematangan ini dikenal dengan sebutan masa subur. Jika tidak terjadi pembuahan pada ovum maka hormone estrogen dan progesterone akan mengalami kegagalan dan akan menyebabkan terjadinya menstruasi lagi.

Sebelum menstruasi berikutnya, Folikel de Graaf (folikel matang) yang telah melepaskan oosit sekunder akan berkerut dan menjadi korpus luteum. Korpus luteum mengeluarkan hormon progesteron dan masih mengeluarkan hormon esterogen namun tidak sebanyak ketika berbentuk folikel. Progesteron mendukung kerja esterogen untuk mempertebal dan menumbuhkan pembuluh-pembuluh darah pada endometrium serta mempersiapkan endometrium untuk menerima pelekatan embrio jika terjadi pembuahan atau kehamilan. Jika tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan yang hanya sedikit mengeluarkan hormon, sehingga kadar progesteron dan esterogen menjadi rendah. Keadaan ini menyebabkan terjadinya menstruasi demikian seterusnya.

Sementara, perubahan emosi yang bisa terjadi pada saat wanita mengalami sindrom prahaid adalah:

  • Depresi.
  • Sering uring-uringan.
  • Suasana hati yang tidak stabil.
  • Sulit konsentrasi.
  • Mudah menangis.
  • Insomnia.
  • Perubahan nafsu makan.
  • Kecemasan berlebihan.
  • Turunnya rasa percaya diri.
  • Gairah seks yang menurun.

Saat sedang menstruasi, wanita akan mengalami pendarahan dari vagina selama kira-kira 2 hari sampai satu minggu dengan volume darah rata-rata sekitar 30-70 mililiter. Tetapi ada sebagian wanita yang mengeluarkan darah yang lebih banyak. Volume pendarahan terbanyak selama menstruasi biasanya terjadi pada hari pertama dan kedua.

Menstruasi juga dapat berubah, tergantung kondisi Anda. Perubahan ini memang tidak perlu dicemaskan, karena belum tentu mengindikasikan masalah kesehatan. Meski demikian, Anda dianjurkan untuk tetap memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami kondisi gangguan pada siklus menstruasi.

Selama menstruasi, sakit atau kram perut juga mungkin terjadi. Apabila Anda mengalami sakit atau kram perut yang terasa mengganggu aktivitas sehari-hari, sejumlah cara berikut bisa bermanfaat untuk menguranginya:

  • Menghangatkan perut, misalnya dengan kompres air hangat.
  • Olahraga ringan, seperti berjalan kaki atau bersepeda.
  • Memijat perut bagian bawah.
  • Meminum obat pereda rasa sakit (analgesik), misalnya paracetamol.
  • Berhenti merokok.
  • Melakukan teknik relaksasi, contohnya yoga dan meditasi.
  • Menghindari minuman yang mengandung kafein dan alkohol.

Cara Mengatasi Masalah Menstruasi

Ada banyak masalah menstruasi pada wanita diataranya menstruasi tidak lancar, menstruasi sedikit, Menstruasi berlebihan Dll, Disini kami sebagai admin website kesehatan wanita menyarankan kepada anda yang mempunyai masalah menstruasi untuk mengkonsumsi obat herbal yang terbuat dari bahan alami teripang emas, Teripang emas adalah hewan laut yang mempunya manfaat luar biasa dalam mengatasi masalah menstruasi wanita, Untuk itu obat yang terbuat dari bahan teripang emas sangat kami rekomendasikan kepada anda yang mempunyai masalah menstruasi atau haid.

Baca Disini : Obat Yang Terbuat Dari Teripang Laut

Mungkin itulah artikel tentang “Proses Terjadinya Menstruasi Pada Wanita” yang bisa kami sampaikan dalam kesempatan kali ini, Semoga apa yang sudah kami sampaikan bisa bermanfaat dan berguna bagi kesehatan anda, Salam sehat dari kami TOKO ZAHRA HERBAL.

Baca Juga :

Cara Merawat Kemaluan Wanita Menurut Islam

Apakah Nyeri Pinggul Gejala Penyakit Miom

Masalah Sakit Perut Bagian Bawah Yang Berlebihan

Posted by : Abdul Syukur – Kesehatan, Rabu 10 Mei 2017 08:54:14

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *