Jangka Waktu Haid Setelah Keguguran

Inilah Jangka Waktu Haid Setelah Keguguran

Selamat datang dan selamat berjumpa kembali dengan kami di situs Obat Miom Ampuh yang merupakan situs satu satunya yang selalu memberikan informasi tentang berbagai jenis masalah kesehatan, Setelah sebelumnya kami menjelaskan tentang “Apakah Normal Vulva Bengkak Saat Hamil?” nah dalam kesempatan kali ini kami sebagai admin akan membahas artikel mengenai “Jangka Waktu Haid Setelah Keguguran” bagi anda yang ingin mengetahui penjelasan tentang Jangka Waktu Haid Setelah Keguguran silahkan simak disini :

Haid adalah siklus alami yang terjadi pada tubuh wanita. Siklus ini umumnya akan muncul tiap sekitar 4 minggu, dimulai sejak hari pertama Haid mulai hingga hari pertama Haid berikutnya tiba.

Meski demikian, tidak semua wanita mengalami siklus yang sama. Siklus mentruasi terkadang bisa datang lebih cepat atau lebih lambat dengan perbedaan yang berkisar antara 21 hingga 35 hari.

Hormon estrogen dalam tubuh wanita akan meningkat pada tiap siklus Haid untuk bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya kehamilan. Masa ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium akan terjadi dan dinding rahim akan menebal.

Apabila  tidak dibuahi, sel telur akan diserap tubuh dan dinding rahim yang sudah menebal akan luruh, kemudian mengalir keluar dari tubuh bercampur dengan darah. Proses keluarnya darah dari vagina inilah yang disebut haid atau datang bulan.

Berikut Ini Jangka Waktu Haid Setelah Keguguran

Menghitung atau memperkirakan siklus haid setelah mengalami keguguran memang terkadang membingungkan. Pada saat keguguran, janin telah berhenti berkembang namun kadar hormon kehamilan seorang Ibu masih tinggi. Keguguran yang terjadi pada 3 bulan pertama kehamilan tidak akan mempengaruhi Anda, dan keguguran yang terjadi pada kehamilan 3 bulan kedua (usia kandungan 4-6 bulan) akan meningkatkan risiko masalah kesehatan pada Ibu. Keadaan/kondisi yang mengharuskan terjadinya keguguran akan meningkatkan tekanan psikis (stres) pada seorang wanita, hal ini akan mempengaruhi tubuh khususnya siklus haid, yang berdampak pada perubahan siklus haid pertama setelah mengalami keguguran. Jika Anda mengalami keguguran pada 3 bulan pertama kehamilan, normalnya Anda akan mendapatkan siklus Haid Anda 4-12 minggu setelah prosedur (rata-rata 8 minggu). Pada beberapa kasus, Anda tidak akan mendapatkan Haid selama beberapa bulan, atau Haid akan datang lebih cepat sekitar 2 minggu setelah prosedur. Hal ini bervariasi pada setiap individu, tergantung pada:

  • Kadar hormon kehamilan yang masih terdapat pada tubuh
  • Tekanan psikis atau depresi dapat mempengaruhi siklus haid
  • Kemungkinan lain yang mengakibatkan Haid terlambat/tidak datang misalnya kehamilan atau adanya kista ovarium

Perubahan yang dapat terjadi pada pola Haid setelah mengalami keguguran antara lain: – Jumlah aliran darah Haid. Umumnya pada Ibu yang mengalami prosedur kuret, jumlah darah haid akan sedikit berkurang dan lama Haid menjadi lebih sebentar dibanding sebelum keguguran. Jika perdarahan menjadi lebih banyak, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan Dokter Kandungan. Sementara pada Ibu yang menggunakan prosedur medikamentosa (obat-obatan) biasanya darah haid menjadi lebih banyak. – Mengalami gejala baru saat Haid. Gejala ini kadang dapat bertahan selama 2 tahun setelah keguguran. Gejala berupa kram perut yang hilang timbul, beberapa tanda kehamilan seperti pembesaran payudara, badan lemas. – Siklus Haid menjadi tidak teratur, hal ini akan terjadi selama hormon kehamilan masih terdapat dalam tubuh. Kapankah waktu yang tepat untuk bekonsultasi dengan Dokter Kandungan?

Seperti yang sudah dipaparkan di atas, segeralah ke Dokter Kandungan jika Anda mengalami Haid yang banyak dari biasanya setelah prosedur kuret.

Jika belum Haid selama 8 minggu setelah keguguran, sebaiknya Anda konsultasi dengan Dokter

Perlu diingat jika Anda belum mendapatkan Haid, tidak perlu melakukan tes kehamilan sendiri seperti test pack, karena hasilnya dapat positif palsu yang artinya, hasil positif pada pemeriksaan namun sebenarnya Anda tidak hamil. Hal ini terjadi karena level hormon kehamilan Anda yang masih tinggi/masih ada setelah keguguran. Untuk itu setelah keguguran, jangan lupa untuk berkonsultasi mengenai metode kontrasepsi kepada Dokter agar peluang untuk hamil menjadi kecil.

Solusi Mengatasi Masalah Kesehatan Yang Timbul Akibat Keguguran

 

Keguguran adalah pelepasan spontan embrio rahim selama 20 tahun kehamilan. Inilah salah satu masalah pada kehamilan, yang paling ditakuti ibu hamil.

Risiko Keguguran lebih tinggi dari yang diperkirakan banyak orang. Perhatikan bahwa 15 sampai 20 persen wanita hamil melakukan Keguguran. Angka pastinya tidak diketahui karena Keguguran juga bisa terjadi pada wanita yang tidak tahu tentang kehamilannya. Karena itu, mengetahui gejala Keguguran sangat penting bagi ibu hamil dan pasangannya.

Bila ibu hamil mengalami Keguguran pada usia muda, yaitu kurang dari 7 minggu, mereka sebenarnya tidak perlu melakukan perawatan, namun ada bahaya menjaga Keguguran yang tidak dikuret. Beberapa bahaya ini meliputi:

  1. Gangguan Kesehatan Rahim

Keguguran yang tidak dikuret bisa mengakibatkan gangguan pada rahim akibat adanya jaringan janin yang tidak bersih. Masalah kesehatan rahim ini bisa terjadi beberapa hari setelah keguguran atau dalam jangka waktu yang agak lama. Kondisi kesehatan rahim sangat berpengaruh pada kesehatan ibu, sehingga ibu hamil yang tidak mau melakukan kuret perlu melakukan perawatan dan pemeriksaan rahim hingga 6 minggu.

  1. Pendarahan dan Anemia

Keguguran tanpa kuret biasanya mengalami pendarahan lebih banyak sehingga mengakibatkan anemia. Bahkan pendarahan tersebut terkadang terjadi hingga 30 hari. Pendarahan ini selain bisa mengakibatkan anemia juga mengakibatkan masalah kesehatan lain yang membahayakan kesehatan tubuh.

  1. Tekanan Mental

Tekanan mental yang dihadapi oleh ibu keguguran tanpa kuret lebih basar daripada keguguran yang dikuret. Perasaan tersebut muncul akibat perasaan takut karena ada hal yang dihadapi dalam rahim.

  1. Kanker Rahim

Ibu hamil yang pernah mengalami keguguran tanpa kuret beresiko terkena kanker rahim akibat adanya jaringan janin yang masih tertinggal didalam rahim. Kuret yang dilakukan oleh medis untuk memebersihkan rahim bisa mencegah terjadinya kanker rahim tersebut.

  1. Kista

Jaringan janin yang tertinggal dalam rahim selain bisa mengakibatkan kanker juga bisa mengakibatkan tumbuhnya kista yang begitu cepat. Pertumbuhan kista yang terlau cepat dan terus menerus bisa mengakibatkan peyakit serius dan menghambat kehamilan berikutnya.

Pengobatan yang tepat untuk mencegah masalah dari keguguran yaitu dengan mengkonsumsi obat herbal OVARY NUTRITION CAPSULE yang merupakan obat herbal ampuh masa kini, Dengan Obat herba Ovary nutrition capsule anda bisa terhindar dari penyakit berbahaya seperti diatas.

Dimana anda bisa mendapatkan obat herbal ovary nutrition? obat herbal alami ini hanya dijual di TOKO ZAHRA HERBAL, untuk itu bagi anda yang ingin mendapatkan ramuan berkhasiat dari ovary nutrition capsule silahkan Klik : Cara Pesan Ovary Nutrition

Mungkin itulah artikel tentang “Jangka Waktu Haid Setelah Keguguran” yang bisa kami sampaikan dalam kesempatan kali ini, Semoga apa yang sudah sampaikan diatas bisa membantu anda dalam mengatasi masalah yang sedang anda derita sekarang ini, Salam sehat dari kami TOKO ZAHRA HERBAL.

Baca Juga :

Ragam Olahraga Untuk Mengurangi Nyeri Haid Anda Di rumah

Normalkah Jika Darah Haid Menggumpal?

Apa Yang Menyebabkan Pola Hidup Tidak Sehat

Obat Bartolinitis

Posted by : Abdul Syukur – Kesehatan, Senin 21 Agustus 2017 16:38:45

 

Page : https://obatmiomampuh.xyz/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *