Waspada Ternyata Daging Olahan Sebabkan Kanker

Waspada Ternyata Daging Olahan Sebabkan Kanker

Ahlan wasahlan,, Selamat berkunjung diwebsite ahlinya kesehatan, Semoga anda bisa mendapatkan informasi yang lengkap dan jelas dalam website ini, Dalam kesempatan kali ini kami akan membahas artikel tentang “Waspada Ternyata Daging Olahan Sebabkan Kanker” Nah bagi anda yang belum mengetahui berita ini silahkan simak artikelnya dibawah ini :

Waspada Ternyata Daging Olahan Sebabkan Kanker

Dana Penelitian Kanker Sedunia atau World Cancer Research Fund (WCRF) baru saja menyelesaikan peninjauan secara terperinci lebih dari 7.000 studi klinis yang mencakup hubungan antara diet dan kanker.

Kesimpulannya adalah  menggoncangkan  dunia kesehatan dengan keterusterangan yang mengejutkan: daging olahan terlalu berbahaya untuk dikonsumsi manusia. Konsumen harus berhenti membeli dan makan semua produk daging olahan selama sisa hidup mereka.

Saat ini, makanan cepat saji telah menjadi bagian dari pola makan masyarakat urban. Padahal banyak hasil penelitian yang menyatakan bahwa terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji tidak baik untuk kesehatan. Namun sayangnya, hal tersebut tampaknya tidak terlalu dihiraukan dan tetap saja masih banyak masyarakat yang rutin mengonsumsinya. Seberapa berbahayakah junk food terhadap kesehatan?

Seperti dimuat laman BBC, Kamis (22/12/2016), sebuah penelitian di Perancis yang melibatkan 1,000 orang mengungkap fakta adanya dampak buruk dari daging olahan terhadap penderita penyakit asma.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Thorax itu menemukan fakta bahwa, bahan pengawet yang digunakan dalam daging olahan dan juga di bagian luarnya sebagai selaput yang menyelimutinya yaitu, nitrit, menghambat saluran udara yang masuk ke dalam sela daging sehingga membuatnya tidak segar atau pun bernutrisi.

Diantara berbagai makanan cepat saji yang beredar di masyarakat, makanan seperti hotdog, bacon, dan burger merupakan makanan yang harus diwaspadai karena kandungan daging olahan yang terdapat pada makanan tersebut. Daging olahan yang dimaksud adalah semua daging yang telah diproses dengan digarami, diawetkan, diasap atau ditambahkan bahan tambahan pangan tertentu untuk meningkatkan citarasa atau meningkatkan daya tahan atau keawetan daging.

Baca Juga : Gejala dan Potensi Penyakit pada Vagina

Berikut adalah daftar makanan olahn yang telah diteliti secara seksama mengandum natrium nitrit dan monosodium glutamat (MSG), aditif berbahaya lain:

  • Sosis
  • Hot Dog
  • Dendeng
  • Daging babi asap
  • Daging Sandwich
  • Pizza beku dengan daging
  • Sup kalengan dengan daging
  • Makanan beku dengan daging
  • Ravioli dan daging pasta makanan
  • Sandwich daging yang digunakan di restoran populer
  • Makanan anak-anak yang mengandung daging merah
  • Hampir semua daging merah olahan dijual di  sekolah umum, restoran, rumah sakit, hotel dan taman

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), daging olahan dapat menyebabkan kanker. Hal ini dikarenakan pada daging olahan dicampur dengan sejumlah zat aditif, tinggi sodium, sirup jagung (HFCS), nitrat dan bahan kimia lainnya yang sebagian besar dikaitkan dengan kanker.

Zat yang paling berbahaya yang terdapat pada daging olahan adalah nitrat dan nitrit. Pada suhu tinggi, zat ini dapat mengikat amina sehingga dapat membentuk nitrosamin. Nitrosamin inilah yang bersifat karsinogenik yang dapat memicu kanker, diantaranya:

  • Kanker usus besar/ kanker kolon
  • Kanker kandung kemih
  • Kanker perut
  • Miom
  • Kanker pankreas

American Institute for Cancer Research menyatakan bahwa konsumsi daging olahan setiap hari dapat meningkatkan risiko kanker kolerektal hingga 21 persen. Study yang dilakukan Universitas Hawaii menemukan bahwa daging olahan meningkatan risiko kanker pankreas sebesar 67 persen.

Hal yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dari bahaya daging olahan adalah dengan mengikuti beberapa aturan sederhana berikut ini:

  • Selalu membaca label bahan makanan
  • Batasi membeli apapun yang dibuat dengan natrium nitrit
  • Batasi mengonsumsi daging merah olahan

Kesimpulan:

Tidak ada salahnya apabila sesekali mengonsumsi hotdog atau burger, namun harus memperhatikan banyaknya daging olahan yang terdapat pada makanan tersebut karena sebagian besar makanan saji menggunakan daging olahan. Selain itu, imbangi pola makan dengan sayuran dan buah segar serta olahraga secara teratur agar tubuh tetap sehat.

Baca Juga : Manfaat Brokoli Untuk Pencegahan Miom

Berikut Rekomendasi dari kami untuk mengolah daging yang baik dan benar untuk jadi kebaikan bagi tubuh kita. Semoga dapat menjadi tambahan yang mungkin saja bisa membantu Anda untuk  membeli, mengolah, menyimpan sampai dengan mengkonsumsi daging sapi.

  • Bentuk dari potongan daging bervariasi dari daging fillet untuk steak sampai daging empal. Sekilas tampilan memang mirip tapi ditilik lebih dalam, tekstur dan lemak yang ada membuatnya sangat berbeda. Pastikan Anda memilih dengan benar.
  • Terbagi atas 14 jenis potongan utama dalam setiap ekor sapi, bagian dalam selalu digunakan untuk steak karena sedikit lemak. Untuk bagian lainnya, Anda dapat mengolah sesuai dengan resep hidangan yang dibuat.
  • Tersedia dua jenis daging sapi segar dan beku. Temperatur rendah diperlukan untuk menyimpan daging dalam waktu panjang keduanya sudah melalui proses pelayuan (aging) standar.
  • Panduan praktis adalah memiliki pengetahuan akan asal dan jenis potongan dari bagian ternak.  Dari sini kita dapat menentukan keempukan atau tekstur daging normal yang diperlukan untuk hidangan yang akan disiapkan.
  • Suhu ideal untuk menyimpan daging segar adalah 3°-4°C maksimal untuk jangka waktu 2-4 hari. Untuk menyimpan lebih dari 6 bulan diperlukan suhu beku -18°C atau lebih rendah lagi.
  • Sedang daging cincang, harus digunakan dalam jangka waktu 24 jam untuk memastikan kualitas & rasa yang terbaik.
  • Daging hanya boleh dibekukan satu kali sebelum digunakan, jangan beku dan lumerkan daging berkali-kali. Kebaikan daging juga nutrisi yang dikandung akan hilang dan kualitasnya akan berubah
  • Jangan pernah memasak daging beku dengan tujuan melumerkan dan mematangkan sekaligus
  • Semakin banyak lemak dan otot yang dikandung, proses pemasakan memerlukan waktu panjang agar daging dapat dikonsumsi dengan mudah (tidak alot)
  • Penanganan daging segar dibutuhkan tempat yang bersih, higienis dan gunakan alas potong dan pisau hanya untuk daging saja. Jika mengganti bahan makanan, bilas bersih sebelum digunakan kembali untuk menghindari kontaminasi.
  • Daging mengandung 50-70% air, dalam proses pemasakan cairan berwarna merah bening akan tetap keluar disebut ‘juice’ atau saripati bukanlah darah.
  • Pemberian garam lama sebelum proses masak dimulai akan membuat cairan ‘juice’ muncul dipermukaan daging.  Jika ingin daging steak tetap empuk, hindari pemanasan yang berlebih sehingga daging menjadi kering.
  • Rasa daging juga aroma alami ditentukan oleh pakan yang dimakan ternak; rumput, dedaunan ataukah bji2an seperti jagung, dll.
  • Keempukan daging ditentukan oleh umur ternak, semakin muda semakin empuk karena jaringan otot dan serat yang belum terbentuk; daging akan semakin mudah dikonsumsi.
  • Daging alot dapat diempukan dengan cara meratakannya dengan palu daging sehingga jaringan otot dapat dihancurkan sebelum dimasak. Cara lain adalah menusukan-nusukan dengan garpu ataupun secara kimia yaitu dengan menambah meat tenderizer.
  • Penggunaan juga penambahan lemak/minyak sewaktu memasak menolong daging untuk mempertahankan rasa aslinya apalagi pada daging steak atau fillet, Baca Juga : Hati Hati Sakit Kelamin Saat Kencing Gejela Penyakit Berbahaya
  • Lemak padat dapat ditambahakan kedalam daging sapi dengan cara menyelipkannya ke tengah potongan atau membungkusnya sebelum dimasak
  • Semua jenis potongan daging/bagian dapat dikonsumsi, kuncinya adalah penambahan bumbu dan metoda pemasakan yang tepat.
  • Perendaman daging dalam bumbu mungkin akan mengurangi nilai nutrisi, dalam proses pemasakan nutrisi dalam dikembalikan dengan penambahan bahan hidangan lain yang sesuai untuk menghasilkan rasa yang berselera.
  • Lama pemasakan dalam resep bahan daging agak sulit ditentukan karena pematangan sangat bergantung pada jenis, banyak dan tebal daging yang digunakan
  • Pemanasan atau pemasakan daging juga bertujuan menghilangkan organisme jahat bagi tubuh. Jika kurang yakin akan mutu daging, penambahan waktu memasak dapat dilakukan dengan resiko daging menjadi kering dan alot.
  • Daging yang sudah matang dapat disimpan dalam lemari pendingin setelah 2 jam proses pemasakan selesai. Gunakan wadah yang berpenutup.
  • Proses pemasakan yang ideal adalah 1 kali saja. Pemasakan ulang pada daging setengah jadi hanya akan membuat daging jadi keras dan kering.
  • Hidangan resep lokal seringkali memberi bumbu yang berat untuk hidangan daging untuk mendapat hasil yang baik karena kualitas daging yang berbeda-beda. Anda dapat mengganti daging dengan kualitas yang terbaik dan sedikit bumbu; rasa daging alamipun dapat Anda temui.
  • Pilihan memasak daging  adalah pemasakan cepat dengan api panas atau lambat dengan api sedang.  Membakar steak diatas bara atau menumis fillet diwajan panas akan mempertahankan rasa dan tekstur yan tetap empuk. Dan untuk mendapat daging kualitas medium (atau memiliki banyak tulang) menjadi diperlukan pemasakan dengan api sedang dan lama.
  • Jangan pernah mencuci daging dengan air atau membilasnya; gunakan kertas penyerap (paper napkin) untuk mengurangi cairan berlebih

Sumber : Dari Berbagai Sumber

Mungkin itulah artikel tentang “Waspada Ternyata Daging Olahan Sebabkan Kanker” yang bisa kami tulis dalam website ini, semoga apa yang anda baca bisa bermanfaat dan menjadi solusi bagi kita semua untuk hidup sehat bebas dari berbagai jenis penyakit akut maupun kronis.

Terima Kasih telah membaca artikel ini sampai selesai, Salam sehat dari kami TOKO ZAHRA HERBAL.

Posted by : Abdul Syukur – Kesehatan, Jum’at 17 Februari 2017 08:34:51

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *