Benjolan Di Bibir Kemaluan Timbul Setelah Kuret

Benjolan Di Bibir Kemaluan Timbul Setelah Kuret

Selamat datang dan selamat berkungjung diwebsite https://obatmiomampuh.xyz/  yang merupakan ahli kesehatan berbagai jenis penyakit termasuk masalah benjolan di bibi kemaluan wanita atau dibibir vagina, Nah dalam kesempatan kali ini kami sebagai admin akan menjawab pertanyaan pasien tentang “Benjolan Di Bibir Kemaluan Timbul Setelah Kuret” Bagi anda yang ingin mengetahuinya silahkan baca dibawah ini :

Benjolan Di Bibir Kemaluan Timbul Setelah Kuret

Pasien : Fitrydiana

Selamat pagi Dokter, saya kuret tanggal 4 Mei 2017 saat kehamilan saya 13 minggu dan saat d tvs ternyata blighted ovum. Nah, pendarahan hanya lima hari, setelah itu tanggal 14 Mei kok saya keluar darah dikit berwarna coklat trus berikutnya agak kekuningan. Nah, tgl 11 Mei waktu saya kencing pagi hari, saya cebok trus kok ad benjolan kecil d sebelah kiri trus sekarang agak mengecil tidak kelihatan tapi kalau di raba masih terasa ada. Apa yang perlu saya lakukan secara mandiri? Saya sdh kontrol d usg, info dokter sdh bersih. Terimakasih.

Kuret paling dikenal sebagai proses yang perlu dijalani seorang wanita ketika mengalami keguguran. Mengetahui prosesnya dapat membantu pasien dan pendamping untuk mempersiapkan diri dan menjalaninya dengan lebih tenang.

Kuret sebenarnya adalah nama sebuah alat operasi untuk mengangkat jaringan pada rahim. Prosedurnya disebut kuretase. Prosedur ini biasanya dilakukan oleh ginekolog selama kurang lebih 10-15 menit kepada pasien yang sebelumnya telah dibius.

Resiko Melakukan Kuret

  • Perdarahan parah.
  • Infeksi dalam rahim.
  • Luka dan kerusakan dalam rahim yang disebut Sindrom Asherman. Sindrom Asherman dapat menyebabkan keguguran di masa yang akan datang, nyeri haid atau bahkan berhenti haid, atau kemandulan.
  • Komplikasi tertentu dapat terjadi walau sangat jarang, seperti lubang pada usus. Lubang dapat terjadi ketika instrumen operasi menyebabkan lubang pada rahim. Ini berisiko terjadi pada wanita yang telah memasuki masa menopause atau yang baru saja melahirkan. Meski umumnya lubang ini dapat menutup dengan sendirinya, namun perlu dilakukan tindakan lanjutan berupa pemberian obat atau operasi jika terjadi kerusakan pada organ atau pembuluh darah. Komplikasi lainnya adalah kerusakan leher Rahim dan terbentuknya jaringan parut di dinding rahim.

Berikut ini efek samping kuret rahim yang bisa terjadi :

  • Kram di daerah bagian bawah perut, biasanya berlangsung selama 30 menit sampai satu jam, ada juga yang berhari-hari.
  • Adanya spotting (bercak, perdarahan ringan) selama beberapa hari sampai beberapa minggu. Ada juga kemungkinan terjadi perdarahan hebat walaupun jarang terjadi.
  • Siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Kadang terlalu awal, bahkan bisa juga terlambat.
  • Kemungkinan infeksi memang bisa saja terjadi pada setiap tindakan meski telah dilakukan pencegahan sebelumnya. Namun, dengan pencegahan kemungkinan infeksi tersebut bisa lebih diminimalisir. Sebelum dan sesudah dilakukan kuretase pun dilakukan tindak pencegaha infeksi. Oleh karena itu biasanya setelah kuretase pasien akan diberi antibiotk oleh dokter. Adapun gejala yang muncul jika terdapat komplikasi akibat kuret (meskipun jarang terjadi karena setiap dokter yang baik pasti telah memastikan keadaan pasiennya sehingga tidak mudah terkena infeksi) adalah : adanya perdarahan hebat disertai dengan adanya gumpalan besar, rasa nyeri atau sakit pada perut bagian bawah, perubahan cairan vagina seperti keputihan dan berbau, demam tinggi, dan menstruasi menjadi tidak normal.
  • Risiko robek uterus (perforasi uterus), kasusnya memang jarang terjadi namun bukan berarti tidak mungki
  • Sindrom asherman, akibat pengerukan atau pengikisan pada dinding rahim yang terlalu agresif hingga membuat terbentuknya jaringan ikat pada dinging rahim yang bisa  menyebabkan wanita tidak mengalami menstruasi lagi bahkan sampai kemungkinan kemandulan.

Mari kita telaah satu per satu ketakutan Anda mulai dari kemungkinan terburuk sampai penyebab paling umum dari bintil, kutil, maupun benjolan di bibir vagina Anda.

  1. Kanker vulva

Kanker vulva adalah kanker yang menyerang bagian luar sistem reproduksi wanita (vulva). Area ini termasuk bagian depan vagina, bibir vagina (labia), klitoris, dan kulit serta jaringan yang menutupi tulang kemaluan. Salah satu tandanya adalah kutil yang tumbuh pada vulva atau benjolan di labia yang diikuti oleh sejumlah tanda berikut: perdarahan setelah hubungan seks, sakit pada vulva, perubahan warna kulit, dan rasa gatal dan terbakar pada vulva yang bertahan lama.

Kecil kemungkinannya benjolan yang Anda temukan adalah tumor sel kanker. Kanker vulva termasuk langka, hanya menduduki 3-4% dari total kasus kanker alat reproduksi wanita. Jenis kanker ini adalah kanker kulit lambat, butuh waktu tahunan untuk berkembang. Perubahan prakanker biasanya dapat dideteksi dan diobati.

  1. Herpes genital

Herpes genital pada perempuan umumnya tidak menimbulkan tanda dan gejala sama sekali (asimptomatik). Tapi, jika ada, herpes genital menyebabkan borok atau koreng, bukannya benjolan. Borok biasanya terasa gatal, panas terbakar, dan lumayan sakit. Borok awalnya berupa bentol kecil mirip gigitan serangga yang berubah menjadi luka melepuh yang terbuka dan terlihat seperti bisul. Jika Anda memiliki borok herpes genital Anda akan cepat menyadarinya karena rasa sakit dan ketidaknyamanan yang disebabkannya.

  1. Kutil kelamin

Benjolan berdaging berukuran kecil yang padat, timbul, dan memiliki permukaan kasar bisa menjadi pertanda kutil kelamin. Kutil kelamin disebabkan oleh human papilloma virus atau HPV. Benjolan ini menyerupai kembang kol dan dapat tumbuh dalam kelompok. Anda bisa mendapatkan kutil kelamin melalui kontak kulit antar kelamin atau bahkan menyentuh alat kelamin dengan tangan yang membawa virus.

Kutil dapat tumbuh pada bibir vagina (labia), di dalam vagina, pada leher rahim, dan bahkan di sekitar anus. Benjolan mulai sebagai bintil seukuran butir beras merah muda atau cokelat. Beberapa kutil tidak menimbulkan rasa sakit dan hampir tidak terlihat, sementara yang lain dapat tumbuh dengan diameter lebih dari 7 cm. Beberapa kutil kelamin akan menyebabkan rasa gatal dan terbakar.

Tapi di sisi lain, kebanyakan orang yang mengalami infeksi HPV bisa tidak mengembangkan kutil sama sekali. Jika kutil kelamin muncul, hanya akan tampak dalam beberapa minggu, bulan, atau bahkan tahunan setelah Anda pertama kali terpapar kontak dengan virus.

  1. Ulkus mole (chancroid)

Chancroid atau ulkus mole adalah infeksi genital yang disebabkan bakteri Haemophilus ducreyi. Bakteri menghasilkan luka terbuka alias koreng yang muncul pada atau dekat organ reproduksi eksternal. Koreng mungkin berdarah dengan mudah saat disentuh atau menghasilkan nanah menular yang dapat menyebar bakteri selama seks oral, anal, atau vagina.

Chancroid juga dapat menyebar antar kontak kulit dengan orang yang terinfeksi. Wanita dapat mengembangkan empat atau lebih benjolan merah di labia, di antara labia dan anus, atau di paha. Setelah benjolan menjadi borok, atau terbuka, Anda mungkin mengalami sensasi terbakar atau nyeri saat buang buang air kecil atau buang air besar. Borok memiliki titik pusat yang lembut berwarna abu-abu hingga kuning keabuan dengan ujung yang tajam dan jelas.

  1. Sipilis

Selama tahap primer sifilis, ulkus yang biasanya menimbulkan rasa sakit berkembang di tempat di mana bakteri masuk ke dalam tubuh. Hal ini biasanya terjadi dalam waktu 3 minggu dari paparan, tetapi dapat berkisar dari 10 sampai 90 hari. Pada wanita, ulkus dapat timbul pada bagian luar vagina atau di dalamnya. Ulkus biasanya tanpa rasa sakit dan tidak mudah terlihat. Anda bisa tidak mengetahui Anda memiliki ulkus jika itu tumbuh di dalam vagina atau di bukaan rahim (leher rahim).

Ulkus juga dapat muncul di daerah tubuh selain alat kelamin. Ulkus biasanya bertahan selama 3 sampai 6 minggu, dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan, dan dapat meninggalkan bekas luka tipis. Tapi meskipun ulkus telah sembuh, virusnya masih ada dan Anda masih bisa menularkan infeksi kepada orang lain.

  1. Molluscum contagiosum

Pertumbuhan kutil atau kulit ekstra mirip tahi lalat yang timbul abnormal bisa diakibatkan oleh molluscum contagiosum, virus yang ditularkan melalui kontak kulit atau kontaminasi dari pertukaran barang pribadi, seperti handuk. Kutil pada awalnya berukuran kecil, padat, memiliki bentuk seperti kubah, tanpa rasa sakit, berwarna merah muda atau seperti daging. Kutil juga memiliki lesung di tengahnya, terlihat licin seperti lilin dan berkilau putih susu. Kutil akan menyebar di seluruh bagian tubuh, terutama akan banyak muncul di wajah, kecuali di telapak tangan dan kaki. Kutil akan berubah memerah begitu sistem imun tubuh Anda mulai memerangi virus tersebut, dan biasanya akan kebal terhadap pengobatan jika anda memiliki sistem imun yang lemah.

Cara Menghilangkan Benjolan Di Bibir Kemaluan

Kami sebagai ahli dalam mengatasi mesalah benjolan di bibir kemaluan telah menyediakan obat benjolan di bibir kemaluan wanita yang aman terbuat dari bahan 100% alami tanpa campuran bahan kimia sedikitpun, Yaitu menggunakan obat herbal JELLY GAMAT GOLD G yang sudah sering digunakan masyarakat indonesia untuk pengobatan benjolan bibi vagina atau kemaluan wanita yang tepat dan terbaik.

Jika anda ingin mengetahui lebih jauh tentang kandungan dan khasiat obat herbal JELLY GAMAT GOLD G yang ampuh menghilangkan benjolan di bibir vagina silahkan KLIK DISINI.

Mungkin itulah artikel tentang jawaban dari pertanyaan “Benjolan Di Bibir Kemaluan Timbul Setelah Kuret” yang bisa kami sampaikan dalam kesempatan kali ini, Semoga artikel di atas bisa membantu anda dalam mencegah penyakit berbahaya pada kelamin anda, Salam sehat dari kami TOKO ZAHRA HERBAL.

Baca Juga :

Obat Vagina Gatal

Apakah Ini Tanda Kehamilan Atau Bukan?

Ada Daging Seperti Kutil Di Sekitar Anus

Posted by : Abdul Syukur – Kesehatan, Rabu 17 Mei 2017 10:08:28

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *